#TemanPemilih, Dalam rangka persiapan pelaksanaan Logistik untuk menghadapi Pemilu Serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum laksanakan Rapat Koordinasi persiapan tahapan Logistik Pemilu serentak 2024 yang diikuti 1296 orang dari KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh serta KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia termasuk Ketua dan Sekretaris KPU Kabupaten Biak Numfor yang dibuka pada Selasa (27/9/2022) dan akan berlangsung di Bogor dari tanggal 27 s/d 29 September 2022. Dalam pembukaannya, Ketua KPU Republik Indonesia , Hasyim Asy'ari berharap sejak awal sudah dapat dipetakkan daerah-daerah yang sulit yang terluar, terjauh dan tersulit sehingga KPU Kabupaten/Kota sudah dapat menyiapkan segala sesuatunya dari awal termasuk personil untuk mendukung pengelolaan logistik. Dalam Laporannya Ketua Panitia Rakor, Eberta Kawima selaku Deputi Bidang Dukungan Teknis menegaskan Logistik merupakan salah satu parameter dan indikator yang sangat penting dalam esensi dan legitimasi penyelenggaraan Pemilu bukan hanya sekedar barang tetapi mempunyai nilai yang lebih daripada barang. Sesuai amanah Ketua KPU Logisik seperti surat suara bukan hanya sekedar kertas semata tetapi mempunyai nilai lebih dari itu, karena surat suara mempunyai nilai bisa mengkonversi atau mengakumulasi dari suara rakyat menuju kursi kekuasaan sehingga penting bagi KPU, KPU Provinsi/ KIP Aceh dan KPU Kabupaten/ Kota untuk melaksanakan seluruh proses pengelolaan Logistik Pemilu dengan cara yang baik dan benar dengan tepat waktu, tepat jenis, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat kualitas secara efektif dan efisien. Eberta Kawima juga menyampaikan Tahapan masa kampanye akan beririsan dengan tahapan pengadaan dan distribusi logistik yaitu selama 81 hari kalender yang terdiri dari 3 hari setelah penetapan DCT, 75 hari masa kampanye dan 3 hari masa tenang sehingga dalam pengelolaan logistik diperlukan saran, pendapat dan masukan dari seluruh peserta dalam Rapat Koordinasi untuk memantapkan proses tahapan Logistik Pemilu. Sementara itu, Ketua Divisi Perencanaan, Keuangan, Umum, Rumah Tangga dan Logistik KPU RI, Yulianto Sudrajat dalam arahannya menegaskan tantangan kedepan dengan pengadaan dan pengelolaan logistik dengan logistik utama surat suara, formulir dan template, waktunya cukup singkat sehingga diperlukan kualitas penyelenggara yang baik dan persiapan tahapan logistik akan terus dilakukan sejak saat ini. Dari hasil evaluasi pengelolaan logistik dari pemilu ke pemilu yang lalu dengan waktu 6 bulan tiga minggu masih ada beberapa Provinsi dan Kabupaten/ Kota yang logistiknya tidak sampai ke TPS dengan tepat waktu sehingga untuk Pemilu 2024 KPU akan membuat skema yang berbeda, baik untuk pengelolaan, pengadaan maupun distribusi logistik. Oleh sebab itu diharapkan Logistik utama kotak, bilik, tinta, alat coblos dan sebagainya dapat selesai lebih awal termasuk surat suara yang selama ini memerlukan proses yang cukup panjang. Sehingga skema sortir dan lipat surat suara akan dijadikan satu dalam proses pengadaan surat suara sehingga tidak ada lagi sortir dan lipat suara di Kabupaten/Kota. Terkait dengan sampul surat suara juga akan dibuat sampul transparan untuk menekan dan meminimalisir potensi kesalahan daerah pemilihan. Adapun Dokumentasi Kegiatan :